English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Tuesday, July 29, 2014

SARANA MUSIK ATAU PELAKU MUSIK? (3)


GEREJA DAN PEMAIN MUSIK GEREJA

Oleh: Pietro T. M. Netti
(Pelaku Musik Gerejawi-
Warga Jemaat Gunung Sinai Naikolan)

Sebenarnya, jika gereja sudah menganggap musik dan/atau musik pengiring memiliki fungsi/peran yang besar dalam peribadatan, maka sudah saatnya (wajib hukumnya) pula gereja harus peduli dan memberi perhatian yang seimbang kepada the man behind the gun-nya. Ya, sang pemain musik sebagai ujung tombak musik pengiring perlu mendapat sorotan dan perhatian gereja yang sungguh-sungguh.

Ada kecenderungan bahwa gereja tidak/belum mau berpikir untuk mempersiapkan dan menyediakan pemain musik gerejanya sendiri. Gereja kelihatannya masih menganggap pemain musik gereja sebagai sebuah faktor pelengkap atau mungkin lebih tepat disebut sebagai tempelan yang tidak begitu penting dibanding dengan faktor-faktor lainnya.

Ini adalah sebuah fenomena yang benar-benar aneh; benda mati seperti alat musik (electone keyboard/piano/organ) dan sarana penunjang lainnya dianggap penting, tetapi yang memainkan/memngoperasikan alat musik tersebut dianggap belum/tidak penting.

Dari kenyataan tersebut, terkesan:  
  1. Gereja lebih mementingkan hal-hal yang berhubungan dengan mengupayakan/mempertontonkan kekayaan materi dari pada melaksanakan hakekat pekerjaan pelayanan demi meningkatkan kekayaan rohani domba-domba gembalaannya (baca: warga gereja/jemaatnya);
  2. Gereja belum juga menunjukkan dasar pemahaman (teologis-alkitabiah) yang baik dan benar akan fungsi dan peran puji-pujian dan/atau musik yang mengiringi puji-pujian liturgi dalam sebuah kebaktian; dan
  3. Gereja masih belum memiliki pemahaman yang jelas akan hal musik/bermusik dan/atau standard dan kriteria bermusik yang baik dan benar, sehingga cenderung bersikap masa bodoh dan meremehkannya. Seolah-olah pekerjaan bermain musik mengiringi puji-pujian adalah hal mudah, sehingga untuk mendapatkan individu yang bisa memngoperasikan musik pengiring pun gampang-gampang saja (?).

Bersambung ke: GEREJA MENJEMPUT BOLA
Tulisan sebelumnya: PR (PEKERJAAN RUMAH) GEREJA

Related Posts:

  • GEREJA MENELAN SIMALAKAMA (7) GEREJA DAN PEMAIN MUSIK GEREJA Oleh: Pietro T. M. Netti (Pelaku Musik Gerejawi- Warga Jemaat Gunung Sinai Naikolan) Ada beberapa pertimbangan mengapa gereja perlu melakukan proses (seleksi/perekrutan dan pelatiha… Read More
  • ‘Feeling’ Musik Saya Kok Salah Terus, Ya? Oleh: Pietro T. M. Netti Tuan Rumah Rumah MUGER Kupang Ilustrasi: gamesmakerchoir.org.uk “’Feeling’ musik saya kok salah terus, ya?” Itulah ungkapan bingung dan heran yang selalu muncul dalam benak saya setiap ka… Read More
  • GEREJA DAN PEMAIN MUSIK GEREJA (8) CATATAN AKHIR Oleh: Pietro T. M. Netti (Pelaku Musik Gerejawi- Warga Jemaat Gunung Sinai Naikolan) Memang untuk melakukan proses seleksi/perekrutan dan pelatihan/pembinaan seperti yang telah dijelaskan di atas ti… Read More
  • Bingung Dengan Musik Gereja GMIT(??!!) Oleh: Pietro T. M. Netti Tuan Rumah RUMAH MUGER Kupang Pada tanggal 6 Januari 2015 lalu Fanpage Facebook RumahMuger Kupang dimana saya sendiri yang menjadi administratornya mendapat pertanyaan dari bapak El Po, seora… Read More
  • GEREJA DAN PEMAIN MUSIK GEREJA (1) CATATAN AWAL Oleh: Pietro T. M. Netti (Pelaku Musik Gerejawi- Warga Jemaat Gunung Sinai Naikolan) Seri tulisan GEREJA DAN PEMAIN MUSIK GEREJA adalah kelanjutan dari seri tulisan: MUSIK DAN PEMAIN MUSIK GEREJA. … Read More

0 comments:

Post a Comment